BATAM – Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa Kampus Batam setelah berhasil memenangkan medali emas dalam ajang kompetisi internasional yang bergengsi. Pencapaian luar biasa ini menandai momentum positif dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas di perguruan tinggi yang terletak di pusat ekonomi kepulauan Riau tersebut.
Tiga mahasiswa Kampus Batam, yakni Rido Pratama (20) mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Siti Nurhaliza (21) mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual, dan Muhammad Rizki Hamdani (22) mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis, berhasil meraih prestasi tertinggi dalam ajang International Innovation and Technology Summit (IITS) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April 2026. Ketiga mahasiswa tersebut memenangkan kategori “Best Digital Solution for Sustainable Cities” dengan proyek inovatif berjudul “SmartPort Connect: Integrated Port Management System for Emerging Economies.”
Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 147 tim dari 32 negara yang tersebar di Asia Pasifik, Asia Selatan, dan Timur Tengah. Peserta berasal dari universitas-universitas ternama dunia, termasuk National University of Singapore, Universitas Chulalongkorn, Indian Institute of Technology Delhi, dan berbagai perguruan tinggi top lainnya. Dengan kompetisi yang sangat ketat, pencapaian mahasiswa Kampus Batam ini layak diapresiasi sebagai kontribusi signifikan Indonesia dalam kancah inovasi teknologi global.
Inovasi yang Mengubah Paradigma Manajemen Pelabuhan
Proyek “SmartPort Connect” yang menjadi juara adalah sebuah platform manajemen pelabuhan terintegrasi berbasis artificial intelligence dan Internet of Things (IoT). Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional di pelabuhan berkembang, khususnya di Asia Tenggara dan Asia Selatan, dengan mengoptimalkan alur logistik dan pengurangan emisi karbon.
Rido Pratama, sebagai ketua tim sekaligus developer utama, menjelaskan konsep sistem yang telah berbulan-bulan mereka kembangkan. “SmartPort Connect mengintegrasikan berbagai data real-time dari area pelabuhan, mulai dari pergerakan kapal, manajemen kargo, hingga arus kendaraan ground support. Semua data diproses menggunakan machine learning untuk prediksi optimal, sehingga dapat mengurangi waktu bongkar-muat hingga 35 persen dan emisi karbon sebesar 40 persen,” ungkap Rido dengan antusiasme tinggi ketika diwawancara di kampus pada Kamis, 11 April 2026.
Relevansi proyek ini terhadap konteks Indonesia, khususnya Batam yang merupakan pusat pelabuhan transshipment terbesar di Asia Tenggara, membuat konsep mereka mendapat perhatian khusus dari para juri internasional. Batam Port Authority dan Badan Pelabuhan Indonesia telah menunjukkan ketertarikan untuk melakukan uji coba sistem ini dalam waktu dekat.
Siti Nurhaliza, yang bertugas merancang user interface dan experience design dari platform tersebut, menambahkan bahwa desain yang user-friendly menjadi kunci penerimaan sistem oleh para pengguna di lapangan. “Kami memahami bahwa teknologi canggih tanpa antarmuka yang intuitif tidak akan berguna. Oleh karena itu, kami melakukan riset mendalam tentang kebiasaan kerja operator pelabuhan dan merancang interface yang disesuaikan dengan workflow mereka,” jelas Siti, yang merupakan mahasiswa peraih Beasiswa Berprestasi tahun 2024.
Sementara itu, Muhammad Rizki Hamdani menerangkan aspek bisnis dan keberlanjutan dari proyek tersebut. “Kami tidak hanya membuat solusi teknologi, tetapi juga model bisnis yang sustainable. Tim kami telah mengidentifikasi multiple revenue streams, mulai dari lisensi platform, subscription model, hingga training dan support services. Potensi pasar untuk solusi ini diperkirakan mencapai USD 200 juta dalam lima tahun ke depan di kawasan Asia Pasifik,” papar Rizki dengan percaya diri.
Dukungan Ekosistem Kampus yang Komprehensif
Pencapaian spektakuler ini tidak datang begitu saja, melainkan merupakan hasil dari dedikasi tim yang didukung penuh oleh ekosistem akademik dan inovasi di Kampus Batam. Universitas telah memfasilitasi proses pengembangan proyek melalui berbagai program inkubasi, mentoring, dan akses ke resources yang memadai.
Dr. Eka Wijaya, Ph.D., Rektor Kampus Batam, memberikan penghargaan tinggi atas pencapaian ini dan menekankan komitmen perguruan tinggi terhadap pengembangan inovasi mahasiswa. “Prestasi ini bukan sekadar medali emas, tetapi representasi dari visi kami untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga memiliki kemampuan problem-solving dan entrepreneurial mindset yang kuat. Kami percaya bahwa mahasiswa kami memiliki potensi untuk bersaing di tingkat global, dan achievement ini membuktikannya,” kata Dr. Eka Wijaya dalam press conference yang diselenggarakan di Auditorium Utama Kampus Batam pada Jumat, 11 April 2026.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa Kampus Batam akan terus meningkatkan investasi dalam infrastruktur penelitian dan inovasi. “Kami sedang mengembangkan Innovation Hub dengan investasi Rp 50 miliar, yang akan dilengkapi dengan laboratorium AI, IoT lab, dan startup incubator kelas dunia. Target kami adalah agar dalam tiga tahun ke depan, Kampus Batam menjadi salah satu top innovation hub di Asia Tenggara,” lanjut Dr. Eka dengan optimisme.
Prof. Dr. Bambang Sutrisno, Dekan Fakultas Teknologi dan Inovasi, juga memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi tim mahasiswa. “Tim ini telah menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu berinovasi dengan standar internasional. Apa yang mereka lakukan adalah menggabungkan pengetahuan teknis dengan pemahaman mendalam tentang konteks lokal. Ini adalah kombinasi yang sangat powerful dan relevan untuk menciptakan solusi yang bermakna,” ungkap Prof. Bambang, yang merupakan dosen pembimbing proyek tersebut.
Program bimbingan intensif yang diberikan Prof. Bambang dan timnya mencakup workshops tentang business model development, pitch training, serta networking sessions dengan entrepreneurs dan investors. Dukungan ini menjadi instrumen penting dalam membantu mahasiswa tidak hanya mengembangkan teknologi, tetapi juga memahami aspek komersial dan dampak sosial dari inovasi mereka.
Prestasi sebagai Katalisator Motivasi Komunitas
Keberhasilan tim “SmartPort Connect” ini menciptakan efek riak positif di kalangan mahasiswa Kampus Batam. Banyak mahasiswa lain yang termotivasi untuk mengembangkan ide-ide inovatif mereka dan mengikuti berbagai kompetisi akademik tingkat nasional maupun internasional.
Data dari Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Kampus Batam menunjukkan bahwa sejak pengumuman kemenangan ini, terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah pendaftar untuk program Innovation Bootcamp dan Startup Accelerator yang diselenggarakan kampus. “Biasanya kami menerima 30-40 proposalproyek per semester, tetapi untuk semester ini saja kami sudah menerima lebih dari 120 proposals dalam dua minggu pertama setelah announcement ini,” ungkap Dina Lestari, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni.
Momentum ini juga menarik perhatian pemerintah lokal dan industri. Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah mengundang tim untuk menghadiri Focus Group Discussion (FGD) tentang pengembangan smart city dan industri kreatif digital di Batam. Sementara itu, beberapa perusahaan teknologi terkemuka telah menunjukkan ketertarikan untuk bermitra atau merekrut para anggota tim pasca-lulus.
Perjalanan Panjang Menuju Puncak Prestasi
Perjalanan tim menuju kemenangan internasional dimulai sejak September 2025, ketika ketiga mahasiswa memutuskan untuk mengikuti sebuah workshop tentang social entrepreneurship yang diselenggarakan Kampus Batam. Di saat itulah, ide awal tentang solusi untuk permasalahan efisiensi pelabuhan mulai terbentuk, mengingat Batam merupakan lokasi strategis dengan pelabuhan yang sangat vital.
Selama enam bulan berikutnya, tim melakukan riset mendalam, melakukan lebih dari 50 interview dengan stakeholder pelabuhan, menganalisis best practices dari pelabuhan-pelabuhan maju di Singapura dan Dubai, serta melakukan prototype development iteratif. “Kami hampir menyerah beberapa kali karena tantangan teknis yang kompleks. Tetapi dukungan dari dosen pembimbing, teman-teman sekampus, dan keluarga selalu memberikan semangat untuk terus maju,” kenang Rido dengan mata berbinar.
Sebelum berangkat ke Bangkok untuk kompetisi final, tim telah mengikuti beberapa kompetisi lokal dan regional untuk mengasah proposal mereka. Mereka telah memenangkan kategori terbaik dalam Batam Innovation Challenge 2025 dan meraih penghargaan runner-up dalam Asean Student Innovation Symposium yang diadakan di Jakarta pada Januari 2026.
Visi Masa Depan dan Rencana Komersial
Saat ini, tim “SmartPort Connect” memiliki rencana ambisius untuk mengkomersialkan solusi mereka. Mereka sedang dalam proses mendaftarkan paten untuk teknologi yang mereka kembangkan dan merencanakan untuk mendirikan startup yang akan berkedudukan di Innovation Hub Kampus Batam.
“Kami telah mendapat initial interest dari beberapa investor lokal dan dari Singapore. Target kami adalah untuk melakukan soft launch sistem ini di Batam Port dalam enam bulan ke depan, dan kemudian ekspansi ke pelabuhan-pelabuhan lain di Asia Tenggara dalam dua tahun ke depan,” jelas Rizki dengan rencana yang matang.
Pihak kampus juga memberikan dukungan penuh dalam proses komersial ini. Kampus Batam menyediakan office space di Innovation Hub, mentoring dari business experts, dan akses ke network investor dan corporate partners. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan mahasiswa kami bukan hanya menang di kompetisi, tetapi juga menjadi produk yang nyata memberikan dampak di dunia nyata,” tegas Dr. Eka Wijaya.
Penutup: Momentum Menuju Excellence Global
Prestasi yang diraih oleh Rido Pratama, Siti Nurhaliza, dan Muhammad Rizki Hamdani merupakan bukti nyata bahwa Kampus Batam memiliki kapabilitas untuk menghasilkan inovator berkelas dunia. Dengan terus memperkuat ekosistem inovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memberdayakan mahasiswa, Kampus Batam diposisikan sebagai institusi yang mampu berkontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi dan inovasi di tingkat Asia Tenggara.
Ke depannya, pencapaian ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa lain untuk berani bermimpi besar, berinovasi tanpa takut gagal, dan berkontribusi pada pembangunan Indonesia dan dunia. Sebagaimana dikatakan oleh Dr. Eka Wijaya, “Mereka adalah ambassador dari Batam, dari Kampus Batam, dan dari Indonesia. Kami bangga dengan mereka dan yakin ini baru permulaan dari banyak pencapaian gemilang yang akan datang.”
Dengan momentum positif ini, Kampus Batam terus berkomitmen untuk menjadi pusat pengembangan talenta dan inovasi yang berkelanjutan, demi kemajuan bersama Indonesia di era digital global.
—
Untuk informasi lebih lanjut:
Kampus Batam
Jl. Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau
Telp: (0778) 000-0000
Email: [email protected]
Website: www.kampusbatam.ac.id