Kampus Batam Gelar Seminar Internasional “Digital Innovation for Maritime Industry”: Menghadirkan Pembicara dari Singapura dan Malaysia
BATAM – Kampus Batam menggelar seminar internasional berskala besar dengan tema “Digital Innovation for Maritime Industry” pada Senin, 7 April 2026. Acara yang diselenggarakan di Aula Utama Gedung Rektorat Kampus Batam ini menghadirkan pembicara terkemuka dari berbagai negara, termasuk pakar industri maritim dari Singapura, Malaysia, dan ahli teknologi digital lokal.
Seminar yang berlangsung selama sehari penuh ini menjadi bagian dari komitmen Kampus Batam dalam meningkatkan kapasitas akademik dan profesional mahasiswa serta dosen, khususnya di bidang inovasi digital yang semakin relevan bagi industri maritim Batam yang strategis.
Latar Belakang dan Urgensi Seminar
Batam, sebagai kota strategis di kepulauan Riau, telah lama dikenal sebagai pusat industri maritim dan logistik terpenting di Asia Tenggara. Dengan posisi geografis yang menguntungkan dan infrastruktur perdagangan yang maju, sektor maritim Batam terus berkembang. Namun, tantangan modernisasi dan transformasi digital menjadi isu krusial yang perlu ditangani dengan serius oleh para pemangku kepentingan industri.
Menurut data dari Dinas Perindustrian Kota Batam 2025, lebih dari 60 persen perusahaan maritim dan logistik di Batam masih menggunakan sistem operasional konvensional. Hal ini menjadi hambatan signifikan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing global. Oleh karena itu, Kampus Batam, sebagai institusi pendidikan terkemuka di kawasan, merasa perlu mengambil peran aktif dalam mendorong transformasi digital di sektor maritim.
“Kami menyadari bahwa mahasiswa kami akan menjadi pemimpin industri maritim di masa depan. Mereka harus siap menghadapi tantangan digitalisasi yang semakin kompleks,” ungkap Rektor Kampus Batam, Prof. Dr. Bambang Suryanto, dalam sambutan pembukaan acara.
Pembicara Terkemuka dan Topik Utama
Seminar internasional ini menghadirkan empat pembicara utama yang merupakan pakar di bidangnya masing-masing. Pembicara pertama adalah Dr. Michael Chen dari National University of Singapore (NUS), yang merupakan profesor di Departemen Teknik Kelautan dan memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam riset digitalisasi industri maritim.
“Transformasi digital dalam industri maritim bukan hanya tentang teknologi, melainkan tentang mengubah mindset dan kultur organisasi. Kami akan membahas bagaimana Singapura berhasil meningkatkan efisiensi pelabuhan melalui implementasi Artificial Intelligence dan Internet of Things,” jelas Dr. Chen dalam preview materi seminarnya.
Pembicara kedua adalah Ir. Siti Nurhaliza dari Port Klang Authority, Malaysia, yang akan membahas “Smart Port Management System” dan implementasinya di pelabuhan-pelabuhan terbesar Malaysia. Beliau membawa pengalaman praktis dalam mengelola sistem pelabuhan yang sudah terintegrasi dengan teknologi IoT dan big data analytics.
Sementara itu, pembicara dari Indonesia adalah Dr. Hendri Priyono, seorang ahli logistik maritim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Beliau akan mengulas tantangan dan peluang digitalisasi maritim dari perspektif Indonesia, serta memberikan roadmap bagi pengembangan ekosistem digital maritim nasional.
“Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam industri maritim, namun infrastruktur digital masih tertinggal dibanding negara-negara tetangga. Seminar ini adalah momentum penting untuk memulai perubahan,” tutur Dr. Hendri saat dihubungi redaksi melalui sambungan telepon sebelum acara dimulai.
Pembicara keempat adalah Budi Santoso, Direktur Operasional PT Logistik Maritim Indonesia, yang akan berbagi pengalaman praktis transformasi digital di perusahaannya yang telah beroperasi selama 15 tahun di Batam.
Struktur Acara dan Kegiatan Parallel
Seminar dimulai pada pukul 08.30 dengan registrasi peserta, diikuti dengan pembukaan resmi oleh Rektor Kampus Batam. Acara utama dimulai pukul 09.15 dengan sesi pertama yang menghadirkan Dr. Michael Chen dan Ir. Siti Nurhaliza, yang berbagi pengalaman transformasi digital di Singapura dan Malaysia.
Setelah sesi pertama yang berakhir pada pukul 11.00, peserta diberi kesempatan istirahat dan networking selama 30 menit. Sesi kedua dimulai pukul 11.30 dan menghadirkan Dr. Hendri Priyono dan Budi Santoso, dengan fokus pada konteks Indonesia dan implementasi praktis di lapangan.
Selain sesi utama, Kampus Batam juga menyelenggarakan workshop parallel yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta. Workshop pertama berfokus pada “Blockchain Technology for Maritime Supply Chain”, dipandu oleh Dr. Agus Wijaya dari Fakultas Teknik Informatika Kampus Batam. Workshop kedua menghadirkan tema “Data Analytics for Port Operations”, dipandu oleh tim dari PT Logistik Maritim Indonesia.
“Workshop parallel ini dirancang agar peserta dapat memilih topik yang paling relevan dengan kebutuhan akademik atau profesional mereka. Kami ingin memberikan nilai tambah yang konkret dari kehadiran mereka di seminar ini,” jelas Dr. Senna Wijaya, Dekan Fakultas Teknik Kampus Batam, yang juga menjadi koordinator pelaksanaan seminar.
Partisipasi Mahasiswa dan Dosen
Seminar ini dihadiri oleh lebih dari 500 peserta, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan praktisi industri. Mahasiswa dari berbagai program studi, mulai dari Teknik Kelautan, Teknik Informatika, hingga Manajemen Bisnis Maritim, mengikuti acara ini dengan antusias.
Salah satu mahasiswa tingkat akhir dari Program Studi Teknik Kelautan, Rido Prayogo, mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti sesi pembicara. “Saya sangat terkesan dengan paparan Dr. Michael Chen tentang implementasi AI di pelabuhan Singapura. Ini membuka wawasan saya bahwa teknologi yang tampak rumit sebenarnya dapat diaplikasikan dalam operasional sehari-hari. Saya berencana menggunakan insight ini untuk tugas akhir saya,” ujarnya dengan bersemangat.
Dosen-dosen dari berbagai fakultas juga aktif berpartisipasi dan mengajukan pertanyaan mendalam selama sesi diskusi. Prof. Ir. Suryanto dari Fakultas Teknik Maritim mencatat bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri seperti ini sangat penting untuk pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Kami akan merevisi kurikulum program studi kami berdasarkan insight yang didapat dari seminar ini. Industri maritim Indonesia membutuhkan SDM yang tidak hanya memahami teknik maritim tradisional, tetapi juga menguasai teknologi digital terkini,” ungkap Prof. Suryanto.
Webinar Lanjutan dan Kuliah Umum
Tidak hanya seminar fisik, Kampus Batam juga menyelenggarakan webinar lanjutan yang dapat diakses secara online untuk menjangkau peserta yang tidak dapat hadir secara langsung. Webinar ini berlangsung pada tanggal 14 April 2026 dengan topik “Implementation Challenges and Solutions in Maritime Digital Transformation”.
Sementara itu, untuk menjangkau masyarakat luas, khususnya pelajar dari sekolah menengah atas, Kampus Batam menggelar kuliah umum gratis pada tanggal 21 April 2026 dengan judul “Karir di Era Digital Industri Maritim”. Kuliah umum ini akan dihadiri oleh para pembicara seminar dan akan ditayangkan langsung di saluran YouTube resmi Kampus Batam.
Kolaborasi dengan Institusi Internasional
Seminar internasional ini merupakan hasil kolaborasi Kampus Batam dengan beberapa institusi mitra internasional, termasuk NUS Singapore, Universitas Malaya, dan berbagai asosiasi industri maritim regional. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen Kampus Batam dalam membangun jejaring akademik internasional yang kuat.
“Kami percaya bahwa pendidikan berkualitas tinggi memerlukan perspektif global. Dengan menghadirkan pembicara internasional, kami tidak hanya memberikan knowledge transfer, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen kami untuk berkolaborasi dengan mitra internasional,” jelas Rektor Prof. Bambang Suryanto.
Dampak dan Harapan ke Depan
Seminar internasional ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi berbagai stakeholder. Bagi mahasiswa, seminar ini menjadi wadah pembelajaran yang berharga tentang tren industri terkini. Bagi dosen, acara ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan insight baru dan membangun koneksi kolaboratif dengan pakar internasional. Bagi industri, seminar ini menjadi medium networking dan berbagi best practices dalam menghadapi transformasi digital.
Selain itu, Kampus Batam juga menerbitkan “Proceeding Seminar Internasional Digital Innovation for Maritime Industry 2026” yang akan didistribusikan ke perpustakaan universitas di seluruh Indonesia dan tersedia juga dalam format digital melalui repositori kampus. Hal ini memastikan bahwa pengetahuan yang dibagikan dapat diakses lebih luas oleh komunitas akademik nasional.
Penutup
Seminar internasional “Digital Innovation for Maritime Industry” yang diselenggarakan Kampus Batam pada 7 April 2026 merupakan bukti nyata komitmen institusi dalam mendorong inovasi dan transformasi digital di sektor maritim. Melalui penghadiran pembicara terkemuka dari berbagai negara, diskusi interaktif, dan workshop parallel, acara ini berhasil menciptakan forum pembelajaran yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan industri.
Ke depannya, Kampus Batam berencana untuk menjadikan seminar internasional ini sebagai acara tahunan yang akan terus berkembang dan melibatkan lebih banyak stakeholder internasional. Dengan momentum ini, diharapkan bahwa Batam dapat semakin memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi maritim di Asia Tenggara, didukung oleh sumber daya manusia yang terlatih dan berwawasan global.
Sebagai institusi pendidikan yang berada di jantung industri maritim, Kampus Batam membuktikan bahwa perguruan tinggi bukan hanya tempat untuk belajar teori, tetapi juga menjadi katalis perubahan dan inovasi dalam industri.
—
Jumlah kata: 1.847 kata